Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Langsa Gelar FGD Bersama Pelaku Usaha

SHARE

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Langsa, menggelar Focus Grup Discussion (FGD) penyelesaian masalah dan hambatan yang dialami pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya di Aula Vitra Tirta Raya Langsa, Selasa (26/9).

Pj Wali Kota Langsa, Syaridin, SPd, MPd diwakili Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa, Mahlil SH saat membuka acara tersebut mengatakan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah hadir di acara FGD ini.

“Kehadiran kita di sini hari ini adalah bukti komitmen kita untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha di wilayah Kota Langsa,” katanya.

Pemko Langsa juga mengucapkan terimaksih kepada saudara atas kontribusi yang telah diberikan selama ini, termasuk capaian investasi kwartal pertama tahun ini dari target sebesar Rp178.075.244.370 saat ini
nilainya telah melampaui target mencapai Rp219.135.734.236.

Kontribusi pelaku usaha pada perekonomian sangat besar, pelaku usaha adalah tulang punggung ekonomi daerah ini, mereka menciptakan lapangan kerja, memberikan kontribusi pajak, dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, tidak juga menutup mata terhadap berbagai tantangan dan masalah yang di hadapi.

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar pada dunia usaha, termasuk di Kota Langsa, kami yakin saudara terpaksa menghadapi berbagai hambatan seperti penurunan pendapatan akibat perubahan perilaku konsumen, pola belanja yang telah beralih ke online dan ketidakpastian ekonomi yang tinggi.

Selain itu, masalah infrastruktur, regulasi, dan birokrasi juga bisa menjadi beban yang berat bagi pelaku usaha. sangat menghargai upaya kolaboratif kita dalam mengadakan FGD ini. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencari solusi terbaik yang dapat membantu pelaku usaha.

“Kami mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi, untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan ide-ide inovatif. Dalam FGD ini, saya berharap kita dapat mengidentifikasi permasalahan yang paling mendesak dan merumuskan rencana aksi konkret untuk mengatasinya,” pintanya.

Sebagai pemerintah daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaku usaha dan akan mendengarkan dengan seksama setiap saran serta masukan yang disampaikan hari ini.

Selain itu juga mengajak semua pihak untuk terus menjalin komunikasi yang baik dan berkelanjutan dan harus menjadi mitra dalam pembangunan ekonomi daerah ini. Pemerintah akan selalu terbuka untuk mendengar aspirasi dan kebutuhan pelaku usaha dan berupaya untuk memberikan dukungan yang diperlukan.

Peserta FGD yang hadir ingin menekankan beberapa hal yang sangat penting dalam upaya untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha, upaya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah dan akademisi adalah kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah, mari jalin kemitraan yang kuat dan berkesinambungan untuk mengidentifikasi, merencanakan dan melaksanakan solusi-solusi yang inovatif.

Lanjutnya, akan melakukan upaya penyelarasan Regulasi, karena dari pengalaman yang ada salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelaku usaha adalah beban regulasi yang berlebihan atau konflik antar-regulasi. Kami akan bekerja untuk menyederhanakan regulasi dan menjadikannya lebih ramah bisnis, sambil tetap memastikan kepatuhan dengan standar
keamanan dan lingkungan.

“Kami memahami bahwa akses ke pembiayaan sering menjadi kendala utama bagi pelaku usaha. Kami akan menjelajahi berbagai cara untuk meningkatkan akses mereka ke sumber daya keuangan yang diperlukan, termasuk insentif pajak dan dukungan pinjaman,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rusli Jufri, S.Sos.I, dalam laporannya sebagai sebagai wujud komitmen Pemko Langsa dalam memberikan fasilitas kemudahan bagi para investor di Kota Langsa.

Lantas, menjadi solusi dalam penyelesaian masalah dan hambatan perizinan berbasis resiko dan meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP dalam memfasilitasi penanaman modal Tahun anggaran 2023.

Adapun sasarannya meningkatnya realisasi investasi penanaman modal dan meningkatnya kualitas fasilitasi penyelesaian permasalahan pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya dan jumlah peserta terdiri dari 20 pelaku usaha di wilayah Kota Langsa.

“Dengan terselenggaranya acara ini semoga bisa menjadi solusi atas permasalahan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha di Kota Langsa,” tandas Rusli Jufri.

Sedangkan para pemateri yakni Asisten I Pemko Langsa, Suriyatno AP MSP, Kepala BPKD Kota Langsa Khairul Ichsan, SSTP, MSP, Plt Kadis DLH Kota Langsa, Ade Putra Wijaya Siregar ST, MM, dan hadir Sekretaris DPMPTSP Kita Langsa, Evi Kurniawati, SSTP MSP, Kabid Penanaman Modal, Syafrizal SSTP MAP, Kabid Perizinan, Edy Zulfani, SE, dan undangan lainnya.